Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2013

ironi

orangorang dari tempat perbelanjaan

telah seraya menghadapkan
punggungnya ke arah malam
mereka mengenang tabungan
yang tandas dan 
mengepung kenangan 
dengan wajah pucat

kantongkantong berisi cinta yang berkarat,
cinta yang tak tepat dijinjing 
dan dihempaskan ke dalam
dada yang tak pernah puas
angin malam menghembus,
udara menghapus

tak jauh dari bangunan tinggi itu,
yang cahayanya merah menyala itu,
seorang tua penyapu jalanan
membersihkan sisasisa keikhlasan.

dari wajahnya yang rumit,
derita belum juga pamit
namun dari matanya meneteskan
cinta yang nanar,
cinta yang mungkin benar

2013

Sudah Lama Aku Tak Menulis Puisi

Sudah lama aku tak menulis puisi Setelah beberapa demam dan Sejumlah lebam yang menyelinap di tubuhku Aku benar mengerti bahwa kesedihan akan tandas, dan kenanganku yang malang akan lupa tercatat.
Sudah lama aku tak menulis puisi Sejak kotaku tergenang dan kecemasan Hanyut dibawa oleh serdadu-serdadu Bersepatu lars. Aku menejelma Ikanikan kecil yang diburu sekelompok Perompak cilik. Siripku patah Dan nafasku basah sebab Jala yang mereka tebar telah Menjerat sampan-sampan yang kutinggalkan.
Aku pernah hendak menulis puisi Namun waktu nyaris musnah Sementara hujan belum juga punah Rumahrumah tergenang, penduduk mengungsi Dan mengangkut barang Entah tangis siapa dan untuk sedihnya siapa
Aku pernah ingin menulis puisi

Sajak Pesakitan

Setiap malam, selalu kulewati Berbagai macam mimpi buruk, Semacam adegan tembak menembak dalam film action atau prosesi sakratul maut bahkan pernah Melipat-lipat alam bawah sadarku Dan membuangnya ke jurang Dengan kedalaman yang Tak berani kuhitung.
Aku merasa ini tukak lambung yang sudah Dimakan usia, namun aku tak pernah ingat merayakannya ulangtahunnya. Tanggal-tanggal pecah di kepalaku. Aku lupa hari. Aku kacau pada ruang, pada waktu.
Lalu kata ibu, kunyit adalah jalan keluar Bagi lambung yang lebam. Saat matahari lengser, dan Bulan tengah pucat. Ibu memarut kunyit dengan tubuhnya Yang perlahan menguning, parutannya Dicampur dengan airmata hujan. Aku meminumnya seperti aku