Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2014

Kanak-Kanak

Dunia anak-anak memang sangat aneh sekaligus menakjubkan. Mereka bisa melakukan apa saja tanpa takut akan risiko nantinya. Mereka dapat tertawa sepuasnya, memang dalam usia mereka belum ada beban hidup yang perlu ditanggung. Itu terbukti dari frekuensi tertawa anak-anak yang lebih sering dalam satu hari, dibandingkan orang dewasa.

Itu pun saya rasakan ketika saya sedang bersama anak-anak. Hidup rasanya cuma hari ini saja, melakukan berbagai aneka macam permainan untuk mengisi hari dengan penuh tawa. "Mereka adalah peniru ulung" Itu yang saya pelajari. Dan itu juga yang membuat saya jadi sering merefleksikan diri, Apakah perilaku dan kata-kata saya sudah cukup baik hari ini? Saya tidak mau "dicap" sebagai biang kerok atas perilaku dan kata-kata buruk yang dikeluarkan oleh anak.

Ketika saya bersama anak-anak, saya pun seakan berubah menjadi yang bukan diri saya. Melakukan hal-hal konyol yang tak pernah terpikir bahwa saya akan melakukannya. Anak-anak adalah sumber an…

Self Note

YOU ARE WHAT YOU EAT YOU ARE WHAT YOU READ YOU ARE WHAT YOU SEE YOU ARE WHAT YOU DO YOU ARE WHAT YOU THINK etc................................................
Mulailah untuk makan makanan sehat. Membaca buku serta bacaan yang baik dan bermutu, Mendengarkan hal yang baik, sebisa mungkin jauhi membicarakan orang lain. Berbicara yang baik dan hindari bicara yang tidak penting, melakukan hal-hal yang baik dan berguna. Berpikir dan berprasangka baik pada apapun dan siapapun.
"Lakukanlah yang menurutmu itu sulit, jika marah itu mudah, maka janganlah marah. jika menghina itu mudah, maka jangan menghina." (anonim)
Tidak mudah tapi percayalah perjuangan selalu bernilai indah.  Tuhan kuatkan janji.
---

Titik Temu

Engkau adalah kabut pagi hari yang menutup sebagian pandanganku
Engkau menjelma kanak-kanak dalam usia yang melekat zaman
Engkau bisa menjadi gemericik air dari lembah air mata

Apakah aku masih disini atau sebenarnya singgah ke kota lain?
Menempuh lapisan jarak yang membentengi benakku
Apakah aku masih menjelma udara malam yang berkabar
kepada sebuah hari di masa depan?

Barangkali aku telah kembali dari seorang ibu yang tabah menjadi kanak-kanak waktu

Aku pun akan pergi ke padang, ke gurun, lautan dan gunung
Membelah horison, menutup katub keangkuhan dengan mimpi yang biasa saja

Kelak engkau dan aku akan mengerti
Kelak waktu dan jarak akan menepi
Engkau melepas segala yang membelenggu titik temu
Aku menemu segala yang melepas tapal batas

Suatu hari di masa depan
Suatu waktu yang berada di ujung perasaan
Akan ada yang menggantikan keteguhan,
Maka jangan pernah merasa bosan

---Jakarta, 2014
Mencurigai hujan, selain untuk menyuburkan bumi jangan-jangan ia sengaja turun untuk membuat orang rindu. Perempuan memang begitu, selalu tak tahu apa yang diinginkan. bahkan ketika rindu tapi tak tahu harus apa. Saking tak tahunya apa yang harus dilakukan sampai-sampai melakukan begitu banyak hal untuk melupakan rindunya sendiri. Aneh. 
Kenapa harus ada rindu di dunia ini? Kenapa harus ada bagian-bagian yang terekam dan tak bisa dilupakan? Padahal ada hal yang mungkin lebih penting yang perlu diingat secara otomatis, seperti mematikan keran atau mematikan kompor dan mengangkat masakan yang sudah matang. Bukankah ini lebih penting dan bisa berbahaya kalau dilupakan?
Ah, ini gara-gara hujan. Tapi jangan salahkan hujan. Karena hujan pun turun atas takdir Allah. Apakah rindu juga termasuk takdir Allah? Jika iya, maka kunikmati kerinduanku dengan merindukanNya. Sebab Tuhan adalah ibu dari segala rindu. Hujanlah tak apa, semakin hujan, semakin rindu, semakin bersyukur sebab dianugerahi ri…

Amarah dan Doa

Tuhanku, Yang Maha Menemani Setiap Hambanya..
Tolong jangan pikulkan kepadaku apa yang tak sanggup aku memikulnya.
Aku ingin percaya bahwa setiap yang terjadi adalah baik
Maka ampunilah dosaku
Ampuni dosa saudara-saudaraku
Terangkanlah dada kami dengan cahayaMu

Ya Tuhanku, Yang Maha Memelihara
Peliharalah aku dari segala sakit
Gantikan rasa sakitku dengan keindahan kelak
Gantilah lelahku dengan kebaikan nanti

Ya Tuhanku, Yang Maha Kaya
Kayakanlah dadaku dengan kesabaran
Jagalah lisanku dari hal yang buruk
Peliharalah pikiranku dari pikiran yang buruk
Lindungi tanganku dari yang buruk
Giringlah langkahku hanya kepada jalan ketaatan padaMu

Ya Tuhanku, Yang Maha Pembuat Rencana
Aku berjalan mengikuti skenarioMu
Sebab skenarioMu lah yang paling baik
Aku ingin mempercayai itu
Maka teguhkanlah keyakinanku
Agar perjuanganku tak menjadi sia-sia

Ya Tuhanku, Pemilik Semesta
Jangan tinggalkan aku sendiri dengan kesakitanku
Sebab Kaulah sebaik-baik pelipur
Jika kau rindu suara doaku
Inilah doaku …

Tikungan yang Paling Krusial

Memutar kembali perjalanan yang telah kulewati tahun-tahun belakangan. Menurutku usia 20-an adalah usia yang paling krusial. Apalagi usia menjelang 25, ya! Aku mulai mendekati tikungan yang paling krusial dalam hidupku. Saatnya memutuskan pilihan, saatnya beranjak meninggalkan hal-hal yang tak perlu. Aku mulai menyadari, bahwa ternyata dewasa itu tidak semenarik yang kubayangkan.
Memikirkan pikiran…
Ini yang terakhir kali kupikirkan. Aku menjalani detik-detik dimana aku mencoba untuk mandiri. Mencoba membuat keputusan apa-apa yang tak aku senangi dan yang membentur segala idealismeku. Memutuskan berpisah dengan anak-anak didikku, walaupun sampai kini mereka masih saja bilang kangen. Ha-ha-ha. Itulah yang lucu dari hidup.
Kadangkala kita tidak menyadari betapa berartinya seseorang sebelum orang itu benar-benar hilang dari pandangan. Sebelum kita kehilangan. Tapi jika ditanya “Apa kehilangan terbesarku?” Kehilangan terbesarku adalah kesempatan melihat murid-muridku beranjak dewasa. It…