Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2016

Mengucap Syahadat Lagi

Ya Allah, sapaanku padaMu barangkali tidaklah cukup sebagai pengantar pintaku. Suduh cukuplah lagi kelindan dari rasa ingin yang semu dalam jalur hidup duniaku. Duka ataupun gembira bagiku terasa sama saja. Aku pun tengah berjalan dimana tujuanku adalah penantian pada keikhlasan serta kepasrahanku. Kuserahkan mimpi-mimpiku ntuk membubung setinggi-tingginya dan biarlah Engkau yang memeluknya. Aku tahu diri, ya Rabb. Kelakuanku tak cukup indah untuk membuat wajahMu tersenyum padaku. Lisanku tak cukup manis untuk menjadikanmu bahagia telah menciptakan aku. Tapi Engkau Yang Maha Baik selalu berkenan membukakan pintu-pintu maafMu untuk insan yang naïf dan hina ini. Ya Rabb, biarlah diriku saja yang menjadi tanggunggan asalkan bisa mengurangi ataupun meringankan sakit-sakit dan luka-luka orang lain. Biarlah penderitaanku dipercepat di dunia ini asalkan Engkau ridho terhadap diriku. Bukan, bukan aku meminta nasib yang buruk. Tapi mesti nikmat apa lagi yang kuminta? Jika Engkau sudah …

Kebaikan dalam Rangka

Cerita Caknun mengenai kebaikan--Sahabat saya dari luar kota pada suatu larut malam di Malioboro Yogya menjumpai seorang penjual gudeg yang tampak agak menggigil karena kedinginan. Orang ini berjualan gudeg setiap malam sampai dinihari. Ia membayangkan dalam beberapa tahun paru-parunya akan basah, keseluruhan badannya akan sakit-sakitan, dan akan cepat tua.  Maka jaket yang ia pakai, langsung ia berikan kepada si penjual gudeg.Yang sahabat saya tak sadari adalah bahwa penjual gudeg ini seorang gadis, perawan, yang wajahnya cukup manis. Maka esoknya tersebar berita dalam komunitas gudeg Yogya bahwa sahabat saya itu naksir si penjual gudeg, sehingga memberinya jaket dalam rangka melakukan pendekatan.Si perawan ini sendiri beranggapan demikian sehingga ia merasa sahabat saya ini sedang menjanjikan sesuatu yang akan dikembangkannya lebih lanjut.  Maka ketika kemudian sahabat saya tidak melakukan apa-apa lebih lanjut, si perawan merasa kecewa, sakit hati, sementara warga komunitas gudeg yang…

Bermuatan Rindu PadaNya

Tauhid berati engkau atau aku melebur diri kepadaNya. Metodenya adalah peniadaan diri, dan itu ditempuh dengan terus-menerus mengikis kepentingan diri sendiri. Sebab bagaimana cintaku kepada-Nya akan bisa bermutu, jika masih tergoda oleh kejayaanku sendiri, padahal diriku ini aslinya tak ada. Bagaimana Ia akan percaya kepada cintaku jika perhatian dan energi kepentingan padaku tak sepenuhnya bermuatan rindu kepadaNya. (Emha Ainun Najib)

Allah dan Ketenangan

Malam memutar alarmnya kembali. Semesta gelap dan apakah yang lebih tinggi dari awan? Apakah yang lebih tinggi dari bulan? Apakah yang lebih tinggi dari matahari? Apakah mimpi? Dan kini apakah mimpi mimpi itu masih bisa membubung tinggi?
Pada saat itu bukan sore lagi, hanya menjelang tengah malam. Macam-macam puisi mengantarkan saya kembali untuk mencari perwakilan dalam soal begini. Beberapa saya temukan puisi, tapi tak kunjung bisa terhayati dan diresap dengan keutuhan. Pun mencoba berbagai macam cara tidur; telentang, tengkurap, miring ke samping kiri, miring ke samping kanan, tapi mata tak juga mau terpejam. Saya tidak tahu apa yang  saya pikirkan, tapi puluhan burung gagak seperti menyerbu kepala saya, berputar dan beradu mencari makanan yang tak mungkin ia dapatkan disitu. Kupikir saya harus lebih banyak lagi mengingat tuhan. Karena ayat suci tuhan mengatakan jika mengingatNya hati akan menjadi tenang.
Jadi saya simpulkan yang sebenarnya perlu dicari manusia adalah ketenangan,…

Hati yang Mulia

Hati yang mulia barangkali patut diberikan kepada seseorang yang tidak pernah meminta-minta, selalu memberi dan tidak menampakan kesulitan yang dialami. Ada seorang janda beranak satu, ditinggal mati suaminya 3 tahun silam. Alhasil, wanita itu pun menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi buruh di pabrik kacamata. Ia tidak pernah meminta-minta pun tidak mau diberi sesuatu yang materiil sifatnya. Kemudian ada seorang dermawan yang ingin bersedekah terhadapnya namun tidak pernah diterima.

Hingga pada suatu hari dermawan itu memberikan makanan serta pakaian untuk wanita itu dengan meletakkannya di pintu rumah. Tapi janda berhati mulia itu tidak mengambilnya hingga makanan dan pakaian itu pun dicuri oleh orang lain. Sang dermawan itu pun agaknya geram tapi tak lantas menyurutkan semangat sedekahnya. Sang dermawan berpikir ngalor  ngidul hingga akhirnya ia menemukan sebuah metode memberi yang tepat dan kecil kemungkinan janda berhati mulia itu akan menolaknya. 
Suatu pagi, seperti b…

Guru Honor

Salah satu persoalan besar dalam hidup adalah determinasi antara yang 'diinginkan' dan yang 'dibutuhkan'. Perspektif seperti ini hanya mampu dan sanggup kita jelajahi jika kita sudah benar berusaha membersihkan pikiran-pikiran kita dari unsur negatif bahwa Tuhan selalu salah memberi dan memberi tidak tepat sasaran. 
Seringkali, seorang guru honor yang sudah lebih dari 10 tahun mengabdi di sebuah sekolah mengeluh karena tak kunjung mendapatkan upah yang sesuai dengan pengabdiannya selama ini. Saat petang guru honor itu datang ke rumah, mengadukan beban-beban yang ditanggungnya.
"Sedih deh, anakku mau beli mainan ga bisa. Pengen gitu rasanya beliin mainan baru, ngajak anak jalan-jalan ke mall, dan makan ayam di restoran cepat saji. Kenapa ya orang-orang yang sudah berusaha berbuat baik itu kayaknya gak pernah habis ujiannya? Orang-orang jahat selalu dikasih hidup enak dan kayanya gampang mau ngapa-ngapain aja."
Ya, konsekuensi hidup memang begitu. Hakikatnya h…