23.10.12
yang disisakan hujan semalam
jendela yang berembun,
cangkir dengan sisa ampas kopi,
dan buku yang terbuka entah di halaman berapa
aku masuk ke dalam mimpi paling musykil;
ini adalah rintik hujan terakhir
yang kubenamkan di dadaku
(sebab, esok aku akan serupa hujan
yang jatuh tanpa dikenang siapapun)
2012
Mereka yang Membaca
sebab tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang penulis amatir ketika tulisannya mulai dibaca orang-orang. dan tak ada kata yang paling ingin diucapkan diucapkan selain terimakasih yang begitu dalam.
terimakasih untuk mereka yang telah membaca, semoga bermanfaat :)
14.10.12
Malam Pelarian
Piringan hitam memutar Beethoven,
Ode to Joy
Hatiku terasa klasik,
terasa sudah hidup dari berpuluh tahun lalu
Mendengarnya telingaku payah
: Aku ngantuk sengantuk ngantuk ngantuknya
“Tidur adalah melarikan diri!” Celetuk seseorang di dalam jam dinding
Kurang ajar betul suara itu
Kucoba pejamkan mata lagi
“Tidur adalah melupakan!” Ketus seseorang di balik cahaya lampu
Bodoh betul yang berkata seperti itu
Aku tak melarikan diri, aku tak pernah melupakan!
Kalian tak tahu, hatiku sakit sesakit sakit sakitnya
Piringan hitam memutar Beethoven,
Memutar kesakitan yang klasik berulangulang
2011
8.10.12
melankoli kamar kos
: buat yulliza
piuh kipas angin, detak jam, dinding muram
sejauh tatapanku hanya langitlangit plafon
yang berderik. engkau dimana?
udara yang berhembus dari jendela
adalah kabar bahwa hujan tak turun,
jalanan akan kering dan
aku masih sibuk mencari tempat
dimana rindu akan disemayamkan
; di kolong meja, bawah bantal atau
dalam vas bunga. entah yang mana
tubuhku pernah berencana
untuk sampai padamu
namun jalan selalu pintas dan buntu
mengapa harus mencari
mengapa harus datang dan pergi--
sedang di luar --kucingkucing liar, sonet murahan,
pekikan anjing tetangga barangkali akan
membantah keimananku lagi pada kesunyian
waktu waktu berguguran
sedang masadepan kita tak satupun tertuliskan
2012
piuh kipas angin, detak jam, dinding muram
sejauh tatapanku hanya langitlangit plafon
yang berderik. engkau dimana?
udara yang berhembus dari jendela
adalah kabar bahwa hujan tak turun,
jalanan akan kering dan
aku masih sibuk mencari tempat
dimana rindu akan disemayamkan
; di kolong meja, bawah bantal atau
dalam vas bunga. entah yang mana
tubuhku pernah berencana
untuk sampai padamu
namun jalan selalu pintas dan buntu
mengapa harus mencari
mengapa harus datang dan pergi--
sedang di luar --kucingkucing liar, sonet murahan,
pekikan anjing tetangga barangkali akan
membantah keimananku lagi pada kesunyian
waktu waktu berguguran
sedang masadepan kita tak satupun tertuliskan
2012
Subscribe to:
Posts (Atom)

