Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2016

Dari anak perempuanmu

/ Untuk Bapak /
Nyaris saja tak sanggup kuungkapkan apapun kepadamu. Karena memang rasanya aku tak mampu meninggalkanmu di hari senjamu. Bapak, ah, tidak terbayang dalam benak. Belum sampai kepada inti dari pesan, airmataku sudah berurai. Tuhan, ampunkan kesalahan bapakku yang tinggal satu-satunya yang kupunya, liputi ia selalu dalam kebaikan dan kesehatan.


#Jakarta, Jum'at malam. 

Dari anak perempuanmu (2)

/ Untuk Ibu /
Aku mungkin bukan lagi seorang yang mudah meneteskan air mata ketika teringat akan kenangan tentang ibu. Air mataku kini menjelma lantunan doa yang mengiringi hari hari sepeninggalmu. Jiwaku berkaca kaca tetapi mataku memancar harapan bahwa aku akan menjadi anak perempuan kebanggaan ibu, yang bersabar dalam ujian dan berjuang dalam kesulitan.
Ibu, dua bulan lagi aku akan menikah. Tanggal sudah ditetapkan, berbagai persiapan telah disikusikan. Seandainya engkau masih duduk di sampingku. Ah tidak, karena engkau sudah berbahagia, semoga, dan tidak merasakan sakit lagi.
Ibu, mohon restumu agar aku bisa menjadi seorang istri yang baik. Doakan aku, agar keluarga kecilku kelak diliputi kebaikan dan kedamaian, akhirat maupun dunia. Dulu, engkau selalu mengajarkanku bagaimana caranya menjadi seorang ibu rumah tangga. Mulai dari cara memasak ini dan itu. Memasak perkedel, sayur sop, soto ayam atau apapun itu, aku masih keras kepala hingga tak jarang beradu argument denganmu. Ki…