11.3.14

Lord is my shepherd, I lack nothing.


Oh Allah, i fear to wake up everyday,
as i dont know what my eyes will see or what my mouth will say.
a new day is like a slate wiped clean,
waiting to be filled with my deeds and sins; a test of my deen.
but my sins will stain the slate black,
a permanent stain, not something i can take back.

the start of new day fears but amazes me at the same time,
to think that You have given me a new chance no matter what crime.

oh to lay here forever until I reunite with You,
if that were possible it would be my only dream come true.

but this dunya and everything in it is a test,
and i will fight everyday for my heart to be at rest.
a beautiful sinner is the only thing i can be.
to sin and than repent; purify my body.

so rather than living in fear.
i will rise every dawn with only one care;

my wudhu washing my sins away,
and bowing down to my Lord as the sun rises
and shines its rays.
for moment like this my heart will live:
Beating away the blessing You give.

---

7.3.14

yang tercatat dari sebuah monolog


angin membuncah
akar dalam jalinan pada tanah paling bawah
mengikat erat sendi-sendi organ dalam

ayah merangkul mataku
ibu menepuk rambutku
mataku basah sebab oleh hujan
yang tiba di depan rumah

dingin serta sunyi yang mengarat pada
lapisan dadaku larut terkelupas
aku pergi dalam waktu yang tak sepenuhnya aman
hanya untuk menyalakan api di perapian

bara menghitam dalam kelam malam
yang muncul di pertengahan bulan
aku kini menyusun sebuah komposisi
yang terbuat dari derit gerimis pada tanah
dan tekstur kabut yang halus

aku melihat suatu nyala 
yang sangat terang namun amat jauh
sampai hilang dalam tatapanku
dalam deru pelarianku


2014

Diri

aku belajar mengenai lingkaran serta siklus kehidupan. bahwa manusia bukan hanya seorang saja melainkan bagian dari sistem kehidupan sosial bermasyarakat. manusia adalah diri yang dapat dilihat melalui pandangan orang lain terhadap diri tersebut. dengan kata lain, diri adalah sesuatu yang berada di pusat sekaligus sebagai pengamat dari tepi lingkaran. kadang ia bisa tersisihkan, kadang muncul mengambil peran.

Lukisan Seruni Bodjawati
diri adalah suatu kesatuan antara badan dan jiwa. badan terdiri dari anggota-anggota tubuh yang diciptakan tuhan beserta panca indera yang dapat menuntun manusia dalam meniti perjalanan di dunia. jiwa merupakan titik sentral yang juga berkaitan dengan hardware penting manusia bernama otak. jiwa dan otak mempunyai fungsi serta peranannya masing-masing. otak mengatur urusan yang dapat dicerna secara rasional, masuk akal. sementara jiwa adalah sesuatu yang menempatkan dirinya dalam kondisi yang paling luhur, jiwa merupakan penentu dari budi serta laku manusia. jiwa kadangkala adalah bagian dari ketidaksaran yang tak dapat diidentifikasi secara teori. jiwa juga yang membimbing otak untuk menggerakkan badan, memaksimalkan fungsi dari sebuah raga.

:suatu malam, sehabis sakit. 
Jakarta.

Sebuah ruang pada akhirnya mesti kita batalkan

: kepada Ibud Yusanti

Sebuah ruang pada akhirnya mesti kita batalkan
Kita meminjam banyak benda, katamu
Sepatu kets, rok panjang, 
meja, buku-buku
Segala yang tertangkap hanya ilusi
Mari kita ciptakan saja dunia 
yang lebih waras 
dari hal-hal remeh temeh macam begini.

Dengan tergagap, sungai yang meluap 
dari mulutmu
Menyembul kata-kata:
Aku mencium melankolia pada nafasmu yang kacau
Mari kita bertukar sabar, sebentar
Aku tak menjadi sedih, aku mungkin hanya patah hati
Atas beberapa pemikiranku sendiri.

Sebuah ruang pada akhirnya harus kita batalkan
Benda-benda tak serupa semula, 
hanya ornamen pada jagat
yang lekat kita tatap.

terimakasih telah bertamu
sebenarnya aku tak disini
aku disitu
di matamu
yang sedang menatapku.

2014

Menjadi Istri

Menjadi istri membuatku mengingat banyak hal tentangmu Aku bangun dan memasak untuk di rumah Berdoa semoga masakanku enak atau setidaknya ...