25.4.14

yang berkumpul dalam kepalaku.


aku bangun dimana tubuhku menyentuh rasa sakit dalam semua
ini tubuhku bukan tubuhku
namun nyeri yang tertanam telah tumbuh dalam batinku
aku menderita sakit dan semua sakit menuju pada Mu.

"..seorang pecinta sejati dibuktikan dengan rasa sakit dalam hatinya.." begitu syair Rumi
namun aku tak juga dapat melihatMu dalam rasa sakitku.

aku menangis tak pelak segala yang nampak
aku menangis karena tak kurasakan kewajaran
aku menangis karena tabir yang menjadi penghalang telah menutup mataku

aku tak melihatMu, tak juga melihatmu

jika cinta adalah misteri Illahi
maka aku ingin masuk dalam lumbung misteri Mu

tandus pada kerongkongku masih bisa dihapus dengan
air yang kuminum,
tapi tidak untuk tandus pada dadaku yang kemarau

Allah,
Allah kau adalah rasa
aku merasa kau tumbuh di setiap geletar doa
doaku muncul dalam tiap pori kulitku

aku merasa Kau adalah doa yang jauh, pun amat dekat, pun tak terlihat
aku menderita sakit, dan semua sakit menuju padaMu, menuju padamu

2014

14.4.14

Sampai Padamu

subuh ini aku seperti menemukanMu dalam bentuk lain
gugusan awan berputar di atas kepalaku,
cahaya rembulan menembus barisan kabut di udara,
dan mata bintang yang menatap langsung ke dalam retina mataku.

tubuhku ingin sempat mendekapMu
ingin sampai padaMu
namun ketakberdayaanku adalah jarak yang tak ternilai
aku hanya bisa menyusuri keberadaanMu
dalam raut garis takdir yang Kau petakan

aku pun hendak ingin bermain dengan takdir
maka atas firasat-firasat ini, 
kudekap tubuhku sendiri
menyampaikan pada dadaku
sebuah kata dan rahasia
akan kupahami juga pada akhirnya.

2014

Menjadi Istri

Menjadi istri membuatku mengingat banyak hal tentangmu Aku bangun dan memasak untuk di rumah Berdoa semoga masakanku enak atau setidaknya ...