Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2011

aku benci kesunyian yang tak pernah membenci diriku

tibatiba aku merasa sunyi melebihi seluruh sunyi yang pernah menyesaki dadaku nampaknya sunyi akan tumbuh subur disana dengan batangbatang kian meninggi, meski telah bosan kutebangi mungkin begini rasanya jika sudah terlalu lama bersendiri seperti beban yang tertambat di punggungku namun aku tak sanggup untuk menanggungnya aku hanya mampu sesekali menghibur diri dan rasanya itu pun tak cukup
dulu, aku pernah merasa lebih sunyi dari ini, dan masih bisa kuatasi dengan sedikt bepergian atau kubaca saja sajak Hasan Aspahani "Aku datang, cuma untuk memungut sunyiku. Engkau, kapan akan memungut aku? memungut sunyiku?" --aku dalam sajak itu mungkin
telah lebih maju dari perjanjian atau ibaratnya sepihak --si aku datang sendiri tanpa perjanjian kuanggap sajak diatas masih jauh lebih beruntung dari aku  yang tak tahu siapa tokoh 'Engkau' yang diharapkan memungut aku, memungut sunyiku. aku hanya tahu-- bahwa sunyi sedari tadi sibuk bercerita, dan aku mendengarkannya. mendengarkan sunyi berbahasa tan…

sajak terakhir di bulan oktober

biarlah malam ini aku  mengingat nomor telponmu, menekannya mendengar nada sambung dan mendengarkan suaramu di ujung sana
aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa malam ini aku tak bisa menulis sajak barang satu patah, barang sekali titah
karena kini aku hanya bisa mengombang-ambingkan bahasa pada desir kopi yang melumat bibirku menjilat sekian huruf yang berleburan satu persatu di lidahku namun tak juga ada yang sudi menumpahkan dirinya dalam debur kata,  mungkin hanya kepedihan yang sedari tadi mengalir, mengalir sendiri
susah payah aku membolakbalikkan  kamus itu lagi kupikir aku akan menemukan katakata yang tepat untuk kujadikan sajak nihil, tetap saja segalanya terasa ganjil bahkan aku tak bisa memahami lagi bagaimana sajakku pernah lahir dan tumbuh berkembang di tempat-tempat mereka yang rela bersebentar  menitip waktunya ke dalam sajakku yang dulu yang pernah hidup di bulan bulan sebelum oktober
lalu maukah kau mengangkat telponku memberitahuku apakah seseorang yang nyaris kesepian bisa merayu oktober u…

penghitung nasib buruk

garis tangannya telah penuh oleh daftar nasib buruk yang tertanggal sedari lahir hingga nanti takdir mencibir tiap malam ia nyalakan tembang di kuku kuku jarinya yang pucat sambil mencatat, menghitung, menjumlah, mengali nasib buruk yang ia alami sepanjang hari sepanjang usia bertumbuh tinggi
"siapa yang mencipta nasib buruk?" dengusnya kesal sembari dihisapnya sebatang rokok dihembuskannya lagi sembarang seolah-olah ia paling tak bersalah
ia tak tahu bahwa di batangbatang rokonya tersimpan bubukbubuk nasib buruk yang akan mengikutinya tanpa henti
setiap asap setiap hisap akan membentuk semacam ruang fatamorgana yang akan mengepungnya pada luka luka yang membawanya pada nasib buruk yang satu ke nasib buruk yang berikutnya
setiap nasib buruk yang dicatat, akan berlipat ganda
"siapa yang menentukan nasib buruk?" dengusnya lagi sembari menabur bunga di makam yang bertuliskan namanya

2011

balada penjaga perpustakaan

di tempat ini, waktu berjalan lebih lama dari biasanya lebih sepi dari imajinasi sedang aksara aksara tak pernah sabar  dijadikan bahasa disusun hingga terbentuk putaran lema baru di kerutkerut  lipatan otak kiri
sedang wanita itu masih saja duduk  di belakang meja kadang kepalanya terantuk jatuh  karena dera kebosanan  yang mematuk matuk mata
"tak ada yang datang" lirihnya perih  matanya cair karena terlalu banyak membaca sedang seluruh buku telah dibabatnya habis, sendirian..

2011

catatan tidak romantis

: Ratih Purnamasari

malam ini aku mengajakmu pergi nonton film
kukatakan ini gratisan karena aku tahu kita sama-sama
sedang tidak bawa uang
sebenarnya merasa bersalah juga
ketika jalanan macet dan rasanya tidak sampai-sampai
aku takut kamu bosan jadi kuceritakan saja
halhal yang sebenarnya tidak begitu penting
tapi kuharap ini sedikit bisa membunuh waktu
atau sekadar bisa memberimu pandangan
bahwa pergi denganku itu tidak membosankan

dari dalam bis kau terlihat panik karena diluar hujan deras
"tenang, aku bawa payung." kataku pasti seolah  tidak khawatir
padahal aku takut juga kalau tiba-tiba payungku rusak lagi di jalan

mungkin segalanya akan menyenangkan
jika langit tidak berubah menjadi penjahat
aku tidak bilang bahwa hujan itu jahat
tapi aku hanya merasa ini bukan waktu yang tepat
kau bilang hari ini kau tidak pakai kaos kaki, dan takut kakimu bau
kalau air hujan masuk ke sepatumu
bicara soal kaki yang bau aku ingat beberapa waktu lalu
aku tertawa saja dalam hati lalu bi…

seperti puisi

sudah lama saya jatuh cinta pada puisi, tapi ketika melihat seorang penyair, saya bisa jatuh cinta berkali-kali..
hari ini saya bertemu dengan Sitok Srengenge, saya bertanya kepada beliau apa itu puisi. beliau menjawab "sampai sekarang puisi belum punya definisi, begitu banyak definisi, tapi tak ada satupun definisi yang bisa menampung puisi. puisi lahir dengan caranya sendiri, dengan proses yang berbeda dari kelahiran puisi yang satu dengan puisi yang lain. ini bukanlah sesuatu yang istimewa. puisi atau bukan puisi tergantung dari si pembuatnya dan penyair tidak lebih hebat dari tukang martabak."
kemudian saya bertanya lagi "kalau begitu ketika puisi lahir apakah ia akan seutuhnya melepaskan diri dari si penyair, atau penyair akan diam-diam menyusup masuk ke dalam puisi yang dibuatnya? jika ketika puisi lahir seutuhnya terlepas apakah itu berarti pembaca bisa bebas menangkap makna puisi?"
sambil membetulkan letak topinya ia menjawab, "ya, siapapun bebas menangka…

tuhan yang kau pangku dalam sajadahmu

sesuatu di hadapanmu kau temukan tergeletak tanpa tuhan yang kau pangku dalam sajadahmu lalu kau berdoa dan mengamininya sendiri berkali-kali tanpa tahu tuhanmu akan bangun atau tidak kau masih memegangimu sajadahmu seketika lututmu terasa berat saat itu kau bertanya  siapa yang menciptakan dosa sedemikian parahnya?
2011

Sinopsis

Saya, seperti halnya mungkin beberapa orang lain tidak begitu suka nonton televisi, tidak juga begitu suka nonton film. Mungkin karena saya suka mengantuk jika nonton film terlalu lama. Tapi, kehadiran film Jepang selalu saya tunggu-tunggu setiap bulannya yang diadakan oleh Jappanis Foundation Jakarta. Bahkan saya selalu bisa mengingat beberapa adegannya untuk beberapa tahun kedepan, alur plot ceritanya, tokoh-tokohnya, situasi disana, dan soundtracknya. Jepang itu...spesial, menurut saya.
Di Jepang, terdapat majalah yang berisikan beberapa judul manga (komik gaya Jepang) dengan total jumlah halaman sekitar 200 hingga 850 halaman. Manga yang meraup sukses hingga bertahun-tahun umumnya diangkat untuk dibuatkan film. Beberapa di antaranya berbentuk animasi atau film versi manusia (Live Action, dikenal dengan singkatan L.A.) Sebagian judul juga dibuat kembali secara internasional oleh produsen di luar negara Jepang, seperti Amerika, yang membuat film Live Action
Di bulan Oktober ini t…

malam minggu

malam minggu
malamnya hari sabtu
malam sebelum hari minggu
malam yang ditunggu bagi dua sejoli
malam yang dibenci bagi para penyendiri
sesungguhnya aku tak suka menulis puisi ini
puisi malam minggu
malamnya para penunggu
puisinya orang terbelenggu
-- orang orang yang menunggu
menunggu sesuatu dari pualam
yang terasa gagu
yang ramai tapi tak berdamai
aku sesungguhnya
hanya sedang berpurapura menulis
padahal hati sedang sinis
di malam minggu yang miris


2011

puisi untuk seorang ayah yang ditinggal mati anaknya

rasanya terlalu pagi jika sulur sulur itu hanya berhenti sampai sini dimakamkan dalam laci-laci kremasi yang berbau nyinyir kita memang sama-sama tahu, bahwa tak ada yang dapat melawan usia tapi begitu luka jika kuingat lagi bagaimana takdir memintamu moksa
anakku, buat apa aku begitu tabah bila kau sudah tak betah? atau bisa saja betah tapi malaikat-malaikat itu merebutmu dari sisiku mempermainkanmu dalam surga yang entah di telapak kaki siapa
rasanya baru sepersekian menit kita bermain kuda-kudaan tadi malam kau berdiri di punggungku seolah terbuat dari baja padahal ringkih jika kau temukan remah-remah tulang itu di dalam bajuku
lalu kau tertidur karena kelelahan bermain, aku menggotongmu lagi seolah aku lupa kau sudah sekian puluh kilogram beratnya seperti dalam film drama: sang ayah yang mengecup kening anaknya yang sedang tertidur pulas lalu setelah itu kembali ke meja kerja mengerjakan ini itu, dan menyimpan- terpaksa menyimpan -cintaku yang kusut itu dalam laci -menyimpannya lama- hingga memb…

kenapa hujan?

sebab saya sadar, hujan bukan cuma soal rintik rintik yang jatuh ke bumi, yang menimbul bunyi dan bau tersendiri. tapi hujan punya jalan cerita seperti saya yang selalu ingin ke luar rumah jika hujan tiba, menginjak kubangan atau atau dengan sengaja menciprat-cipratkan supaya kaki saya basah. siapa yang tahu setiap tetesnya seperti kata kata yang perlahan jatuh membentuk kalimat, lalu terserah sesiapa yang ingin menyusun cerita, tergantung dari sisi mana ia merasakan hujan, atau mungkin untuk orang orang yang hanya melihat hujan dari kejauhan; dari balik jendela atau dari pintu yang terbuka, mereka bisa bercerita tanpa tahu rasa hujan seperti apa, seperi air mata atau seperti bahagia. 
hujan adalah ketabahanan, ketika orang orang mengeluh tidak tahu untuk apa mereka hidup, hujan begitu tabah bekerja tanpa tahu dimana ia akan bermuara, sedang bumi masih setia menunggunya memulai sebuah kisah atau mengulang lagi kenangan sebab hujan tak bisa memilih siapa yang akan ia sentuh dan ia tingg…

Pulang

katamu, lahir adalah keberangkatanlalu apa yang disebut kepulangan?aku tak ingin menyebutnyaadakah kata lain yang melegakan?seperti saat-saat pulang ke rumahmembuka kulkas dan memecah es batuatau langsung menuang air dinginke dalam gelas dan meminumnya sepertikertas yang buru buru minta dituliskering, tak sabarlalu menyalakan televisimemencet-mencet tombolnyamengganti-gantipadahal aku tahutak akan ada berita baik hari iniatau esok atau esoknya lagisepanjang minggu sepanjang bulan sepanjang tahunsepanjang kita, kau, masih ada di kotapenuh bom bunuh diripenuh luka penuh dosa penuh lupalalu apa yang melegakankata-kata itutak adapuisiku pun patah hatitidak ada harapan untuk disimpan lagi di buku diariatau diberi semacam bau hujanyang menenangkandi balik jendela buramsebab tebal debusebab hujan atau gerimis sekalipun tak ingin menyentuhnya sesekaliatau berulang kalilalu untuk apa pulang?di tempat kepulangan manapunsesak begitu terasa setia

2011







~ dan lalu, sekitarku tak mungkin lagi meringan…

Lukaku Ada Lima, Rupa Rupa Sakitnya

luka yang pertama belum parah benar masih bisa kuobati meski rasanya nanar atau kalau tidak kusimpan saja sebentar sebab siapapun belum sadar dan aku akan sabar
luka yang kedua sedikit dalam jika kubuka dagingnya kelihatan warnanya merah serupa dendam apalagi jika ditabur garam bukan main rasanya berderam
luka yang ketiga tidak kalah sakitnya tidak bisa lagi kudiamkan pura pura  atau kutahan sekuat tenaga seperti luka kesatu atau kedua luka yang ini sungguh buruk rupa dan borok rasa
coba kita duga luka yang keempat oh, rasanya siapapun tak sempat mendengarkan atau sekadar melihat bagaiman perih paraunya cacat luka yang sudah tak mempan obat
ini luka yang kelima, tak bisa lagi kubalut saking remuk, saking seringnya terparut duri duri hidup yang carut marut yang teronggok lama dibangkaikan kalut dalam hati biarkan saja membangkai di sudut
lukaku ada lima rupa rupa sakitnya

2011

Nyanyian Putus Asa

pada hari rindu, kuturut payah ke kota naik dendam istimewa ku duduk di luka ku duduk samping pak gusar yang sedang gulana mengendarai kata supaya pahit deranya
hei...!! tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tuk tik tak tik tuk tik tak suara spatu duka..!

Rindu

rindu adalah siksa siksa adalah derita derita adalah sakit sakit adalah lemah lemah adalah takut takut adalah gelap gelap adalah hitam hitam adalah pahit pahit adalah rasa rasa adalah selera selera adalah aroma aroma adalah bau bau adalah hirup hirup adalah nafas nafas adalah waktu waktu adalah lama lama adalah jarak jarak adalah rindu

2011

Desember - Efek Rumah Kaca

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi
Dibalik awan hitam
Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini,
Menanti..
Seperti pelangi setia menunggu hujan reda

Aku selalu suka
sehabis hujan dibulan desember,
Di bulan desember

Sampai nanti ketika hujan tak lagi
Meneteskan duka meretas luka

Sampai hujan memulihkan luka