23.3.13

Ode Buat Bapak


Cuaca mulai demam dan menggigil dengan kerdil.
Jalanan basah, kenangan kenangan mencair.

Kepalaku terus menoleh ke ujung jalan itu,
Berharap engkau datang dari
Balik nyala lampu sepeda motor.
Sementara cemas barangkali akan berkemas
Jika  kau terlambat dari waktuwaktu biasa,
Atau senyum lega ketiga kulihat dari kejauhan
Rambutmu yang mulai putih menyembul dari balik topi yang usang.

Tak ada kata-kata pengantar saat
Kau sampai di beranda penglihatan,
Hanya isyarat jas hujan dibuka
dan kau tak sedikitpun membiarkan aku basah.
Sementara puluhan ribu nafasku hari ini
Telah parah oleh dadaku yang gigil sebab
Flu yang tak kunjung mustahil.

Tibatiba ingin kudekap usia yang rebah di punggungmu
Dengan parau batuk yang tabah di dadaku.

Bapak, aku ingin terus memelukmu dari balik punggung
Dan melihat lipatan waktu di wajahmu
Dari spion yang cembung.

Sepanjang perjalanan  kita tak pernah  
membicarakan hal-hal yang lebih dalam
Dari sekadar bertanya tentang persoalan sehari hari saja.
Sebab aku tak pernah paham cara yang tepat
Meramu pembicaraan yang hangat.

Aku hanya ingin memelukmu dari balik punggung
Agar angin tak punya celah membikin jarak
Agar degup jantungku, meletup juga di dadamu.

2013

18.3.13

Dalam Percakapan Paling Sepi

Kemarin aku ziarah ke makam 
kenangan yang pernah kita tanam.

--masih tempat yang sama seperti dahulu, 
Lagu lagu dengan irama pelan, cahaya lampu
yang samarsamar menerpa wajahku

dan satu per satu
ingatanku terlepas kemudian tandas

Aku mulai merapal detik yang pernah kugenggam 
dan engkau yang sempat kusimpan dalam tulisan. 

Betapa tempat itu sebuah jalan pulang
Untuk mencatat yang telah lewat.

Di tempat itu, kau pernah melesakkan dadaku,
menceritakan sejarah yang tumbuh di kotamu,
menawarkan sesuatu yang mendebarkan
sebab oleh waktu dan jarak.

Aku membayangkan lagi bagaimana percakapan
bisa lahir dari sepi,
sementara dinding-dinding ruangan perlahan mengepungku
dan menghamburkanku menjadi bunga-bunga ek yang mekar.

Hingga tibalah kita pada
beberapa percakapan yang tak disengaja.
Kau mulai membicarakan tentang banyak hal ;
angan-angan hari depan, silsilah yang panjang,
perihal masa silam, dan kawan-kawan
yang lebur dalam khayalan.

(Sementara kau sibuk bercerita, 
aku sibuk mendengar detak jantungku sendiri).

Seperti suara kasmaran yang pilu,
aku merajut gelisah dari benang-benang sepi
yang tak bisa kau lihat dari sana
--karena aku tak berani lagi.


2013

7.3.13

Penunda


Malam telah melarikan diri
Beberapa menit yang lalu
Jam di kamarku mulai berdetak
Menyebutkan namaMu

Tuhan, aku capek melayani keramaian
Tubuhku memang sanggup
Menerima bising
Namun dadaku pangling,
Mataku hening

Setiap hendak menujuMu
Aku selalu dikalahkan oleh waktu

Maafkan aku yang sibuk
Dan membikin asing diriMu

Maafkan aku yang lengah
Dan terperangah pada entah

Maafkan aku yang penunda
Mengabaikan segala tanda

2013

1.3.13

Aku Ingin Punya Sepeda


Aku ingin punya sepeda
Yang pedalnya dari kayu
Dan setangnya dari bambu
Seperti sepeda pada
Masa kecilku dulu

Akan kukayuh udara kotor
Yang menyelubung di seputar
Roda roda. Kulawan terjal
Masa silam dan kubayangkan
Para ibu yang mencuci di kali,
Mencuci baju anakanak mereka
Dengan buih dari sampah
Dan limbah pabrik

Berapa kali orang harus mengeluh?
Berapa kali pedal harus kukayuh?
Sementara kalian diam
Merayakan kota yang semakin renta

Berapa kali orang mesti menyesal?
Berapa kali mesti kuayunkan pedal?
Supaya rantai kehidupan tak putus
Dan berkarat, lalu membayangkan
Sanak saudara di belakang
Mengucapkan selamat jalan

Aku ingin punya sepeda
Seperti masa kecilku dulu
Berjalan di setapak yang rindang,
Yang batang batang pohon itu telah
Kalian jadikan rumah rumah,
Meja dan bangku

Dunia memang tak mengajari kita
Menjadi pahlawan dan
Selalu bangun kesiangan

Dunia melahirkan kita menjadi
Orang mati yang dihidupkan kembali
Dibiarkannya kita mengayuh
Kecemasan tanpa seseorang yang
Mengucapkan selamat jalan

2013

CURHAT

Televisi kok semakin sekini semakin berlebihan dan berkekurangan saja. Seperti hari ini, hari Rabu tanggal 23 Mei 2017, pukul 08.0 pagi lew...